F-15AS Jatuh ke Laut Dua Kali dalam Seminggu dari Kapal Induk

WASHINGTON DC, - Sebuah pesawat tempur dari Angkatan Laut AS terjatuh di Laut Merah usai tidak dapat mendarat di kapal induk USS Harry S Truman pada hari Selasa, 6 Mei 2025.

Peristiwa tersebut merupakan yang kedua dalam dua minggu terakhir yang melibatkan pesawat tempur dari kapal induk yang sama.

Pesawat yang terjatuh adalah F/A-18F Super Hornet, sebuah pesawat perang dengan mesin ganda dan awak pilot serta navigator sebanyak dua orang. Harga estimasi dari pesawat ini dikira-kira mencapai 67 juta dolar AS atau melebihi satu triliun rupiah.

Mengutip laporan dari CNN dan Wall Street Journal , pesawat itu gagal ketika sedang melakukan pendaratan.

Kait ekor dari jet tidak berhasil mengenai tali pengaman yang ada di dek kapal, menyebabkan pesawat tersebut menerjang terus sampai akhirnya terjatuh ke dalam lautan.

"Operasi pengambilan gagal, menyebabkan pesawat terlepas dan jatuh ke lautan," demikian kata seorang petugas pertahanan kepada US Naval Institute menurut laporan dari agencies. AFP .

Keduanya selamat dengan menggunakan kursi ejection dan kemudian diangkat oleh helikopter rescuer.

Serangkaian peristiwa terjatuh ke lautan

Peristiwa ini mengikuti insiden serupa yang terjadi pada Senin (28/4/2025). Saat itu, sebuah pesawat jet F/A-18 lain turun ke lautan beserta dengan traktornya dari geladak kapal induk Truman. Insiden itu menewaskan seorang anggota marinir yang cedera.

Sebelumnya, diakhir tahun 2024, sebuah pesawat F/A-18 yang bertugas bersama Truman turut tidak disengaja dirontokkan oleh kapal perusak rudal USS Gettysburg. Baik dua pilot dalam kecelakaan tersebut berhasil terselamatkan.

Saat ini USS Harry S Truman adalah salah satu dari dua pesawat tempur laut Amerika Serikat yang bertugas di wilayah Timur Tengah.

Mulai bulan Maret tahun 2025, kapal tersebut berpartisipasi dalam operasi militer guna menangani kegiatan kelompok Houthi yang ada di Yaman.

Washington menyebut kelompok itu sebagai ancaman terhadap keselamatan navigasi di Laut Merah.

Setelah periode ketegangan yang panjang, mediator dari Oman baru saja menyampaikan bahwa Amerika Serikat dan kelompok Houthi sudah sepakat untuk menerima gencatan senjara.