Ledakan Berbahaya di Garut: Warga Diingatkan Namun Tetap Dekati Lokasi Peledakan Amunisi Motoran

Pagi hari yang biasanya damai di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Garut, Jawa Barat, tiba-tiba berubah jadi bencana.

Pada operasi penghancuran amunisi kadaluwarsa yang biasa dilakukan TNI tanggal 12 Mei 2025, jiwa-jiwa melayang tanpa arti -- walaupun telah ada peringatan tegas sebelumnya.

Pihak TNI sudah beberapa kali menegur masyarakat untuk tetap menjaga jarak dan tidak mendekati zona berisiko tinggi di mana pengeboman akan terjadi.

Namun imbauan itu diabaikan.

Mengendarai puluhan sepeda motor, kelompok orang malah berani melintasi garis keamanan dan mendekat ke tempat peristiwa tak lama setelah letusan pertama mencetuskan gempuran bumi.

Menit-menit mengerikan terabadikan dalam klip video yang tersebar luas: belasan individu menggerebek tempat kejadian, baru beberapa saat sesudah letusan, dengan harapan mendapatkan potongan logam tembaga dari amunisi tersebut untuk dijual kembali atau dipergunakan.

Tetapi harapan tersebut berbalik menjadi bencana. Serangkaian ledakan menyeruduk mereka dengan ganas. Sebelas tiga orang meninggal dunia secara instan, sedangkan delapan di antaranya merupakan warga sipil yang tidak memiliki senjata—korban dari ketidaksopanan, serakah, serta putus asa.

Sebuah peringatan disepelekan, sebuah bencana lalu menimpa.

Di dalam video lain yang berputar, tampak adanya dua eksplosi dengan suara yang menurut pendengaran berasal dari staf yang menginformasikan kepada publik untuk sementara menjauhi arealedakan tersebut.

Adegan awal melibatkan sebuah bom yang meledak, diikuti oleh suara seorang individu.

Waspada, waspada, warga yang.. owh (terdapat ledakan kedua tiba-tiba)

"Waspadai, waspadai, pecahan masih nyembur. Tahan masyarakat, tahan, waspadai...," demikian suara peringatan ke warga dalam video tersebut.

"Kasih jeda, kasih jeda, kasih jeda untuk masyarakat, kasih jeda. Waspadai, pada kebut-kebutan," kembali terdengar teriakan orang dalam video tersebut.

Kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa serta terjadinya pada hari Senin sekira pukul 09:30 WIB sungguh mengejutkan. Sesuai dengan keterangan penduduk lokal, aktivitas seperti itu memang telah berlangsung secara berkala, dan umumnya masyarakat diberikan peringatan agar menjaga jarak dari tempat kejadian tersebut.

"Sudah berulangkali terjadi pembasmian di tempat ini. Masyarakat umumnya diberi peringatan untuk menjauh," demikian dilaporkan oleh jurnalist Kompas TV, Ridwan Mustafa.

Para korban yang meninggal ditemukan di area dekat tempat peledakan, sementara beberapa lainnya langsung dibawa ke RSUD Pameungpeuk, Kabupaten Garut Selatan.

sembilan orang warga biasa yang menjadi korban ledakan amunisi kadaluarsa dari TNI di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, telah teridentifikasi lewat proses perbandingan antara ciri-ciri mayat dengan data pribadi para korban.

Hingga Senin malam, tanggal 12 Mei 2025, sebanyak 9 dari total 13 korban meninggal dunia telah teridentifikasi, yaitu 4 orang merupakan anggota TNI dan 5 lainnya adalah warga sipil.

Setelah terverifikasi dengan sukses, empat jenasah prajurit TNI dikembalikan kepada keluarga mereka melalui 4 ambulance yang berangkat menuju Jakarta dan Bekasi.

Saat ini, jenazah dari 5 orang warga sipil masih belum diberikan kepada keluarganya yang bersangkutan di wilayah Garut.

"Belum diserahkan karena masih perlu dicek oleh tim DVI," ujar Kepala Seksi Sistem Informasi Manajemen RSUD Pameungpeuk Yani Suryani saat berbicara dengan wartawan di area morgue rumah sakit tersebut pada hari Senin (12/5/2025).

Dia menyebutkan bahwa tim telah menyarankan pada famili para korban untuk mengumpulkan berkas-berkas pendukung identitas seperti sertifikat sekolah, gambar si korbannya, sikat giginya serta pakaiannya sebagai bagian dari proses pengenalan jati diri.

"Semua itu kami minta agar mempermudah proses identifikasinya," jelasnya.

Kepala Badan Informasi Militer, Brigjen Wahyu Yudhayana mengatakan bahwa 13 individu meninggal saat satuan militer menyingkirkan amunisi kadaluwarsi di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, yang berada di wilayah selatan Garut.

Mereka meninggal karena tertimpa fragmen dari peluru yang meletus ketika mereka mencoba untuk mendekati area tersebut, sementara prosedur penghancuran masih belum sepenuhnya selesai.

Pembasmian amunisi yang sudah tidak bisa digunakan itu dijalankan pada hari Senin sekitar pukul 09.30 WIB di pagi hari.

Brigjen Wahyu menyebut bahwa regu pengembangan amunisi dari militer telah melakukan pemeriksaan terhadap personil serta tempat tersebut sampai dianggap aman sebelum proses pembongkaran dilangsungkan.

"Regu yang mengatur amunisi tersebut membuat dua lobang sumur, setelah itu regu keamanan memasuki area tersebut dan menyatakan kondisinya aman sebelum ledakan terjadi pada kedua sumur tersebut," jelasnya.