
PSIS Semarang menghadirkan 11 pemain baru dengan tujuan untuk bertahan di kasta kedua Liga Indonesia. Pemain-pemain ini berasal dari berbagai latar belakang, termasuk bakat-bakat lokal Jawa Tengah, mantan pemain Persela, hingga pemain asing berkualitas.

PSIS Semarang sedang dalam mode bertahan atau survival di kasta kedua Liga Indonesia.
Menjelang paruh kedua Championship 2025-2026, Mahesa Jenar memperkuat skuadnya dengan mendatangkan 11 pemain baru dari berbagai latar belakang. Transformasi besar terjadi setelah PSIS diakuisisi oleh pemilik baru, yaitu seorang perempuan asal Semarang bernama Datu Nova Fatmawati.

Datu Nova juga merupakan istri dari mantan CEO Persela, Fariz Julinar Maurisal. Ia membawa suaminya ke dalam jajaran PSIS.
Ambisi utama Bu Bos, demikian panggilan akrab Datu Nova, adalah membenahi PSIS Semarang yang saat ini menjadi juru kunci grup 2 (timur) Championship 2025-2026.
"Saya tumbuh di sini sejak kecil. Setiap liburan ke Semarang, saya selalu tinggal di rumah kakek dan ditinggal oleh ayah saya yang ingin menonton sepak bola," ujar Datu Nova.
"Saya melihat kondisi PSIS sedang sangat buruk."
"Saya mencoba menyelamatkan PSIS agar kembali ke jalannya."
"Misi terdekat saya adalah membenahi tim, mulai dari pemain, pelatih hingga manajemen," tambahnya.
Misi bertahan PSIS dimulai pada bulan November dengan perekrutan beberapa pemain asli Jawa Tengah. Salah satu pemain yang dipinjam adalah Tegar Infantrie dari Persita. Selain itu, Gustur Cahyo yang berasal dari Magelang direkrut untuk memperkuat lini pertahanan.
Aroma Persela juga mulai terasa dalam skuad PSIS dengan kedatangan dua pemain asli Jawa Tengah lainnya, yaitu Wawan Febrianto (Pati) dan Ocvian Chanigio (Temanggung).
Selain itu, PSIS juga mendatangkan pemain asal Pasuruan, Fahmi Al-Ayyubi, yang memiliki kedekatan dengan Jawa Tengah karena pernah membela Persijap Jepara.
Setelah mengumpulkan bakat-bakat Jawa Tengah, PSIS juga merekrut tiga pemain naturalisasi yang kaya pengalaman. Mereka adalah Beto Goncalves, Otavio Dutra, dan Esteban Vizcarra, yang semuanya direkrut dari Persela.
Pembenahan juga dilakukan di sektor pemain asing. Bek asal Kolombia, Aldair Simanca, dipinjam dari Borneo FC. Kemudian, Rafael de Sa Rodrigues didatangkan dari PSIM Yogyakarta.
Satu lagi pemain asing PSIS adalah Denilson Rodrigues, yang pernah menjadi rekan Vinicius Junior di Brasil U-15. Bahkan, Denilson dan Vinicius pernah bersama-sama meraih juara South American Championship U-15 2025 bersama Brasil U-15.
Ke-11 pemain anyar PSIS tersebut baru bisa dimainkan mulai 10 Januari 2026, atau saat bursa transfer paruh musim 2025-2026 dibuka.
Apakah 11 pemain anyar ini mampu menyelamatkan PSIS Semarang dari ancaman degradasi ke Liga 3? Kita tunggu saja.
Berikut rekap transfer PSIS Semarang di paruh musim 2025-2026:
Tegar Infantrie (pinjaman dari Persita)
Gustur Cahyo
Fahmi Al-Ayyubi
Wawan Febrianto
Ocvian Chanigio
Alberto Goncalves
Esteban Vizcarra
Otavio Dutra
Aldair Simanca (pinjaman dari Borneo FC)
Rafael de Sa Rodrigues (pinjaman dari PSIM)
* Denilson Rodrigues
Social Plugin