Ole Romeny Merona Mendapat julukan Baru: El Skena dari Pendukung Timnas Indonesia

Pemain tim nasional Indonesia, yaitu Ole Romeny, menyatakan kegembiraannya atas sapaan baru yang diberikan pendukungnya.

Pemains yang dimiliki oleh Oxford United semakin menjadi sorotan utama di negeri asalnya.

Sejak dia mendapatkan naturalisasi pada bulan Februari yang lalu, Ole telah tumbuh sebagai bintang muda dalam timnas Garuda.

Mengapa tidak? Dia telah sukses mencetak dua gol bagi tim Merah-Putih dalam dua pertandingan yang dia ikuti.

Gol pertamanya dia cetak di gawang Timnas Australia pada tanggal 20 Maret 2025 kemarin.

Selagi mencetak gol keduanya ke gawang Timnas Bahrain.

Di samping itu, Ole semakin menarik perhatian karena gerakan celebrasinya setelah mencetak gol.

Jika berhasil mencetak gol, sang pemain yang baru berusia 24 tahun tersebut senantiasa merayakannya dengan meletakkan tangan di bawah rahangnya.

Gaya selebrasi tersebut dengan cepat menyebar ke berbagai platform media sosial serta kelompok pendukung.

Tidak mengherankan jika dia sekarang tumbuh menjadi figur bintang muda yang menonjol di Indonesia.

Sebaliknya, dia juga menerima gelaran dari para pendukungnya.

Banyak penggemar yang menamai dirinya sebagai el skena.

Julukan itu merujuk pada gaya berpakaian pemain keturunan Medan, Sumatera Utara tersebut.

Seperti diketahui, Ole memang jago dalam hal memilih pakaian ketika berada di luar lapangan.

Gaya yang ia tampilkan di media sosial selalu membuat warganet terkagum-kagum.

Oleh sebab itu, dirinya dijuluki el skena yang bermakna selalu update soal mode pakaian.

Terkait dengan gelar tersebut, Ole agaknya merasakan sebentuk kecemasan.

Dia merespons dengan tertawa atas julukan barunya itu.

Pertama-tama, dia tidak mengerti makna istilah skena yang sebenarnya tidak ada di dalam bahasa Inggris ataupun Belanda.

"Humoris, karena saya menemukan begitu banyak komentar pada unggahan saya yang berbunyi 'skenario, skenario, skenario,'" ujar Ole Romeny, sebagaimana dilaporkan oleh saluran YouTube Footballers Fits.

"Aku menjumpai hal itu di sana-sini dan bertanya pada diri sendiri, 'Ini apa?' Aku mencoba menterjemirkannya lewat Instagram, namun tak ditemukan terjemahannya," ungkapnya.

Akhirnya, dia memahami arti kalimat itu setelah mengajukan pertanyaan kepada orang-orang di sekitarnya saat berada di Jakarta.

Setelah memahami arti dari kata itu, dia langsung merasa jatuh cinta dengan panggilan tersebut.

Maka saat saya ada di Indonesia, saya menanyakan kepada orang-orang tentang maknanya.

Mereka menyebut diri mereka 'penganut gaya', jadi itu seputar mode.

"Sekarang, sungguh menghibur bahwa mereka secara khusus membentuk julukan 'صند el skena '."

"Itu benar-benar menyenangkan," pungkasnya.