Senang Barcelona Out dari Liga Champions, Toni Kroos Bandingkan Francesco Acerbi dengan Anjing

Toni Kroos, legenda Liga Champions, mengungkapkan kegembiraannya atas eliminasi Barcelona oleh Inter Milan di turnamen musim ini.

Kroos turut menghadiri pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions antara Inter Milan melawan Barcelona pada tanggal 6 Mei kemarin.

Suatu laga yang memukau berlangsung di mana Inter pada akhirnya berhasil mengalahkan Barca dengan skor 4-3, sehingga secara keseluruhan unggul 7-6 dalam turnamen tersebut.

Kroos mengaku senang melihat keberhasilan La Beneamata mengalahkan Blaugrana.

Kroos mengatakan di podcast Einfach mal Luppen sebagaimana dikutip oleh Tuttomercatoweb bahwa dia tak bermaksud menyombongkan dirinya sebagai fans Inter.

Akan tetapi, dekade terakhir ini sudah berdampak pada diri saya.

"Pengaruhnya begitu kuat sampai saya jadi sedikit tidak suka pada Barca."

Pada selang 2014-2024, Kroos membela rival abadi Barcelona, Real Madrid.

Bersama Madrid, mantan pemain tim nasional Jerman tersebut berhasil memenangkan Liga Champions sebanyak lima kali pada tahun 2016, 2017, 2018, 2022, dan 2024.

"Tetapi di beberapa aspek, aku turut merasakan kegembiraan untuk Inter," lanjut eks pemain Bayern Muenchen tersebut.

Rasanya menyenangkan saat permainannya berakhir dengan skor seri 3-3.

Permainan sepak bola yang dimainkan oleh para pemuda Barcelona ini layak mendapat pujian dari Hansi Flick.

Pertunjukannya luar biasa untuk kami semua.

Namun tim manakah yang lebih unggul? Ke dua regu itu mengerti cara untuk menyakiti satu sama lain.

"Inter bertahan dengan luar biasa tetapi mampu mencetak 7 gol selama semifinal."

Bicara soal pertahanan Inter, Toni Kroos juga memuji bek veteran I Nerazzurri, Francesco Acerbi.

Tidak hanya bertahan, Acerbi justru menarik perhatian pada pertandingan kedua semi final lewat golnya yang menghasilkan skor seri 3-3.

Kroos bahkan membandingkan Acerbi dengan seekor anjing.

Bila perlu memilih diantara sistem alarm, anjing penjaga, atau Acerbi untuk menjaga depan rumah, pilihan saya jatuh pada Acerbi.

Acerbi menunjukkan ketangguhan mental sejati.

Namun, Denzel Dumfries dan Alessandro Bastoni juga berperan seolah-olah mereka adalah mesin. Mereka berhasil mengubah jalannya pertandingan dua kali.

Kredit pula kepada Barcelona. Pertandingan ini sangat baik untuk mengiklankan sepak bola.

"Sebab siapa tahu apa saja yang dapat berlangsung di tiap saat," tutup Kroos.

Kesuksesan Inter Milan mengeliminasi Barcelona telah memastikan tempat mereka di partai puncak Liga Champions.

Dalam pertandingan terakhirnya, Lautaro Martinez dan kawan-kawannyaakan bertemu dengan tim Perancis, PSG.

Pertandingan itu akan diselenggarakan di Muenchen pada tanggal 31 Mei mendatang.