5 Hal Penting tentang Fujian, Kapal Induk China Terbaru

5 Hal Penting tentang Fujian, Kapal Induk China Terbaru

Pengumuman Kapal Induk Fujian oleh Tiongkok

Tiongkok baru saja meresmikan kapal induk terbarunya, Fujian. Upacara peresmian tersebut dilakukan pekan ini dan dihadiri langsung oleh Presiden Tiongkok Xi Jinping. Peristiwa ini menandai langkah penting dalam pengembangan angkatan laut negara tersebut.

1. Kapal Induk Ketiga Tiongkok

Fujian merupakan kapal induk ketiga yang dimiliki Tiongkok, tetapi ini adalah pertama kalinya kapal induk sepenuhnya dirancang dan dibangun di dalam negeri. Sebelumnya, dua kapal induk lainnya, Liaoning dan Shandong, dibuat berdasarkan desain asing. Liaoning berasal dari kapal Soviet yang belum selesai dibangun, sementara Shandong dibangun berdasarkan desain Liaoning.

Ketiga kapal induk itu dinamai sesuai dengan nama provinsi pesisir Tiongkok. Dengan adanya Fujian, Tiongkok kini menjadi negara kedua yang memiliki jumlah kapal induk terbanyak di dunia, setelah Amerika Serikat.

2. Sistem Peluncur Ketapel

Fujian adalah kapal induk pertama Tiongkok yang menggunakan sistem peluncur ketapel. Teknologi ini memungkinkan kapal untuk meluncurkan pesawat tempur berat dengan muatan penuh, termasuk pesawat peringatan dini dan kendali udara. Hal ini meningkatkan kemampuan operasi jarak jauh tanpa bergantung pada pesawat berbasis darat.

Sistem ini juga memungkinkan pesawat membawa lebih banyak senjata dan bahan bakar, sehingga meningkatkan daya tempur. Berbeda dengan Fujian, kapal induk sebelumnya seperti Shandong dan Liaoning masih menggunakan dek lompat ski yang tidak mampu meluncurkan pesawat besar atau berat.

3. Teknologi Elektromagnetik

Fujian juga merupakan kapal induk kedua di dunia yang menggunakan sistem peluncur ketapel elektromagnetik, setelah USS Gerald R. Ford milik Amerika Serikat. Teknologi ini bekerja lebih efisien dan mampu menangani berbagai jenis pesawat karena daya luncurnya dapat dikalibrasi.

Pesawat yang bisa diluncurkan termasuk KJ-600 (pesawat peringatan dini), J-35 (jet tempur siluman), dan J-15T (jet tempur berat). Meski teknologinya canggih, Fujian masih menggunakan bahan bakar konvensional, bukan tenaga nuklir.

4. Tidak Menggunakan Tenaga Nuklir

Meskipun demikian, Fujian belum menggunakan tenaga nuklir. Kapal induk Tiongkok masih bergantung pada bahan bakar konvensional, sehingga jangkauan dan waktu pelayarannya lebih terbatas. Jangkauan operasional Fujian diperkirakan antara 8.000 hingga 10.000 mil laut.

Sebaliknya, kapal induk AS yang bertenaga nuklir memiliki jangkauan hampir tak terbatas. Tiongkok disebut sedang mengembangkan sistem propulsi nuklir untuk kapal induk generasi berikutnya, meski jadwal pengembangannya belum jelas.

5. Ukuran yang Lebih Kecil dari Kapal Induk AS

Fujian memiliki bobot lebih dari 80.000 ton, dibandingkan dengan 100.000 ton yang dimiliki kapal induk kelas Nimitz dan Ford milik AS. Jumlah pesawat yang dapat dibawa Fujian diperkirakan antara 40 hingga 60 unit, sedangkan kapal induk AS mampu menampung 60 hingga 70 pesawat.

Fujian memiliki dua elevator pesawat dan tiga ketapel, sementara USS Ford memiliki tiga elevator dan empat ketapel. Para ahli menilai bahwa hal ini membuat kapal induk AS lebih cepat dalam meluncurkan pesawat.

Negara-Negara yang Memiliki Kapal Induk

Menurut data Global Firepower 2025, hanya delapan negara di dunia yang memiliki armada kapal induk. Amerika Serikat menduduki posisi teratas dengan 11 kapal induk aktif, jumlah terbanyak di dunia. Kapal induk AS terdiri dari kelas Nimitz dan Gerald R. Ford yang seluruhnya bertenaga nuklir.

Posisi kedua ditempati oleh Tiongkok dengan tiga kapal induk aktif, sementara Inggris, Italia, dan India masing-masing memiliki dua kapal induk. Prancis, Rusia, dan Spanyol masing-masing memiliki satu kapal induk operasional.

Berikut daftar lengkap negara-negara yang memiliki kapal induk:

  • Amerika Serikat: 11
  • Tiongkok: 3
  • Inggris: 2
  • Italia: 2
  • India: 2
  • Prancis: 1
  • Rusia: 1
  • Spanyol: 1

Total: 23