Alasan Eri Cahyadi Menolak Pengunduran Diri Hening Meski Obrolan Bocor saat Live: Menghadapi Kenyataan

Penjelasan Wali Kota Surabaya Terkait Bocornya Obrolan Admin Media Sosial

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait bocornya obrolan yang dilakukan oleh admin media sosial pribadinya, Hening Dzikrillah, saat sedang siaran live. Ia mengungkapkan bahwa ia telah mengetahui kejadian tersebut setelah kembali dari kegiatan Konferensi Asia Afrika (KAA) di Blitar. Saat tiba di kantor pada hari Senin, ia menerima surat pengunduran diri dari Hening melalui Sekretaris Daerah (Sekda).

Eri menyampaikan bahwa ia telah melakukan klarifikasi dengan Hening dan memahami bahwa obrolan tersebut tidak serius. Menurutnya, obrolan dalam bahasa Jawa yang terjadi saat itu hanya sebatas candaan antara Hening dan temannya. Namun, karena bocornya suara tersebut, ia merasa perlu untuk memberikan penjelasan lebih lanjut.

"Jadi kemarin kan sempat viral admin saya, Mbak Hening, itu membuat khilaf, salah untuk kalimatnya yang keluar ketika dia guyon (bercanda)," ujar Eri saat ditemui di Balai Kota Surabaya.

Meskipun begitu, Eri tidak membiarkan Hening kehilangan semangat hanya karena satu kesalahan. Ia menegaskan bahwa sebagai anak muda, Hening berhak untuk belajar dari kesalahan dan memperbaiki diri. "Kalau anak muda mengalami kegagalan, jangan dibunuh karakternya, tapi bagaimana kita mengajak anak-anak ini untuk yakin," ujarnya.

Selain itu, Eri juga menolak pengunduran diri Hening. Sebaliknya, ia meminta Hening untuk melakukan intropeksi selama masa penonaktifan sementara. Saat ini, Hening diketahui sedang menenangkan diri dan akan melakukan umrah.

"Insyaallah dia menenangkan diri dulu, katanya mau umrah," kata Eri. "Tapi saya sampaikan, dia harus tetap kuat dan berani menyelesaikan masalahnya."

Eri juga menegaskan bahwa ia tidak ingin generasi muda seperti Hening kehilangan semangat hanya karena satu kesalahan. "Saya nonaktifkan sementara agar dia memperbaiki diri. Dia harus berani menghadapi kenyataan. Ketika ada kesalahan, jangan pernah mundur selangkah pun," tambahnya.

Peran Hening dalam Pengelolaan Akun Media Sosial

Menurut Eri, Hening adalah sosok yang kreatif dan selama ini membantu mengelola akun media sosial miliknya dengan semangat dan tanggung jawab tinggi. "Anak-anak muda seperti Hening itu saya nilai terbaik. Sehingga saya ajak jadi bagian yang nempel (mengawal) dengan saya."

Namun, ia juga menekankan bahwa media sosial bukanlah untuk popularitas atau menampilkan apa yang dikerjakan. "Media sosial itu bukan untuk popularitas, bukan untuk menampilkan apa yang dikerjakan," tegasnya.

Pemkot Surabaya menggunakan akun Instagram milik Eri untuk mengedukasi masyarakat tentang berbagai program, seperti gerakan zakat, kerja bakti, dan lainnya. "Kalau IG saya, malah mengajak, ayo zakat, ayo bersih-bersih (kerja bakti). Itu mengedukasi masyarakat," ujar Eri.

Permohonan Maaf dan Tanggung Jawab Hening

Sebelumnya, Hening juga memberikan pernyataan permohonan maaf secara terbuka. Dalam pernyataannya yang diunggah melalui akun TikTok @heningdzikrillah, ia menyampaikan permohonan maaf dan mengumumkan akan mundur dari jabatannya. Ia mengakui kesalahan pribadi yang terjadi meskipun konteksnya hanya bercanda dengan teman.

"Terkait kejadian pengelolaan akun media sosial milik Pak Wali Kota Surabaya, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas apa yang saya lakukan. Ini murni kesalahan pribadi saya yang saya lakukan, meskipun konteksnya saya bercanda dengan teman semobil saya," katanya.

Hening juga menyadari bahwa kebocoran suara candaan tersebut bisa berdampak langsung terhadap nama baik Eri Cahyadi. "Tetapi saya tahu, ini berdampak besar untuk Pak Wali Kota Surabaya. Oleh sebab itu saya mohon maaf yang sebesar-besarnya."

Ia menegaskan bahwa ia tidak pernah terlibat langsung dalam pembuatan konten di Instagram milik Wali Kota. Namun, ia menyadari bahwa kebocoran suara tersebut berdampak besar terhadap reputasi Eri. "Apa yang saya lakukan berdampak besar kepada Pak Wali Kota Surabaya, beliau telah memercayakan saya untuk melakukan pengunggahan konten," jelasnya.

Akhirnya, Hening menyatakan akan menanggung konsekuensi atas kecerobohannya dan telah mengajukan permohonan pengunduran diri dari jabatannya sebagai bentuk tanggung jawab. "Oleh sebab itu, dengan penuh rasa tanggung jawab saya memohon maaf kepada Pak Wali, dan saya mengajukan permohonan pengunduran diri. Besar harapan saya Pak Wali Kota dapat memaafkan saya meskipun hingga kini saya belum berkomunikasi dengan baliau," pungkasnya.