
Bimbingan Teknis untuk Pengelola TPS3R di Kota Batu
Pengurus dan pengelola Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) se-Kota Batu mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) yang digelar akhir pekan lalu. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu dengan tujuan untuk menindaklanjuti pengelolaan sampah berkelanjutan yang telah ada di kota tersebut.
Kepala DLH Kota Batu, Dian Fachroni menjelaskan bahwa puluhan pengurus dan pengelola TPS3R se-Kota Batu mendapatkan ilmu tentang pengelolaan sampah organik dan anorganik. Hal ini dilakukan sebagai persiapan menyambut pembangunan 16 titik rumah kompos pada tahun 2026 di 14 desa serta 2 kelurahan di Kota Batu.
“Tujuan dari Bimtek ini adalah agar seluruh TPS3R di Kota Batu siap mengelola sampah organik dengan baik dan benar saat rumah kompos mulai beroperasi tahun depan,” ujar Dian Fachroni, Selasa (11/11/2025).
Selain mendapat materi, para peserta juga melakukan studi lapangan ke TPS3R Mulyoagung Bersatu di Dau Kabupaten Malang. Di sana, peserta melihat langsung pengolahan sampah dengan sistem tata kelola yang efisien dan berkelanjutan. TPS3R tersebut telah beroperasi selama lebih dari 14 tahun.
“Keberhasilan TPS3R Mulyoagung menjadi contoh ideal yang perlu diadaptasi di Batu dalam mengolah sampah organik, apalagi di Kota Batu banyak komposisinya ialah sampah organik,” jelasnya.
Selain pengelolaan sampah organik, peserta juga diberikan materi tentang tata niaga sampah anorganik bernilai ekonomi. Tujuannya adalah agar pengelolaan TPS3R tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Harapan kami nantinya dapat mengurangi timbulan sampah dari sumbernya,” pungkas pria berkacamata itu.
Proses Pembangunan Rumah Kompos
Saat ini, pembangunan rumah kompos di 16 titik Kota Batu telah melewati tahap administrasi perencanaan. Proses selanjutnya adalah pengajuan proposal untuk mengeksekusi pembangunan. Nantinya, dalam proses pengerjaan lahan rumah kompos tersebut, DLH akan menunjuk kelompok masyarakat (Pokmas) setempat.
Strategi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Pengelolaan sampah di Kota Batu terus dikembangkan dengan fokus pada pengurangan sampah dari sumbernya. Program TPS3R merupakan bagian penting dari strategi ini. Dengan adanya rumah kompos, diharapkan sampah organik dapat diolah secara efisien dan bermanfaat bagi lingkungan maupun masyarakat.
Manfaat Ekonomi dari Sampah Anorganik
Selain sampah organik, pengelolaan sampah anorganik juga menjadi fokus utama. Sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomi seperti plastik, logam, dan kertas dapat dipilah dan dijual, sehingga memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat.
Peran Pokmas dalam Pengelolaan Sampah
Kelompok masyarakat (Pokmas) akan memainkan peran penting dalam pengelolaan sampah. Mereka akan bertanggung jawab atas pengerjaan lahan rumah kompos dan pengelolaan sampah di wilayah masing-masing. Dengan keterlibatan Pokmas, diharapkan pengelolaan sampah bisa lebih efektif dan berkelanjutan.
Tantangan dan Harapan
Meski ada tantangan dalam mengubah pola pengelolaan sampah, DLH Kota Batu tetap optimis dengan dukungan dari masyarakat dan pengelola TPS3R. Dengan bimbingan teknis dan pelibatan Pokmas, diharapkan program pengelolaan sampah berkelanjutan dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Social Plugin