
Peringatan Hari Pahlawan 10 November: Nama-Nama yang Dipertimbangkan Menerima Gelar Pahlawan Nasional
Perayaan menjelang peringatan Hari Pahlawan 10 November tahun ini diwarnai oleh rasa penasaran masyarakat terhadap siapa saja tokoh yang akan menerima gelar Pahlawan Nasional. Setiap tahun, momen ini menjadi simbol penghargaan tertinggi bagi mereka yang telah berjuang tanpa pamrih demi kemerdekaan, kemajuan, dan martabat bangsa Indonesia.
Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, Fadli Zon, baru-baru ini menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (5/11). Dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan hasil kerja dewan, termasuk daftar nama tokoh yang tengah dipertimbangkan untuk menerima gelar kehormatan tahun ini. Meskipun belum ada keputusan resmi, berbagai nama dari beragam daerah telah diajukan, mewakili semangat perjuangan yang lahir dari latar belakang berbeda.
Tokoh-Tokoh yang Diusulkan
Dari Jawa Timur, nama KH. Muhammad Yusuf Hasyim, putra bungsu pendiri Nahdlatul Ulama KH. Hasyim Asy’ari, kembali diusulkan. Ia dikenal sebagai pejuang muda dalam Laskar Hizbullah yang turut bertempur pada 10 November 1945 di Surabaya hingga mengalami luka tembak di dada. Di masa kemerdekaan, ia melanjutkan perjuangan melalui TNI hingga berpangkat letnan satu.
Dari Sulawesi Barat, muncul sosok Demmatande, pejuang rakyat Mamasa yang menolak keras kerja paksa Belanda dan gugur dalam pertempuran. Sementara dari Jawa Barat, KH. Abbas Abdul Jamil, yang dijuluki Singa dari Cirebon, dikenang karena keberaniannya memimpin Laskar Hizbullah Cirebon dalam pertempuran heroik di Surabaya.
Tak hanya para pejuang bersenjata, beberapa nama juga dikenal karena kiprahnya di bidang sosial dan pendidikan. Hj. Rahmah El Yunusiyyah dari Sumatera Barat, misalnya, menjadi pelopor pendidikan perempuan dengan mendirikan Diniyah School Putri Padang Panjang yang menjadi tonggak kemajuan pendidikan wanita Indonesia. Ada pula Marsinah, aktivis buruh wanita asal Jawa Timur yang memperjuangkan keadilan bagi para pekerja hingga akhir hayatnya. Kisahnya menjadi simbol perjuangan kelas pekerja yang menginspirasi gerakan buruh di Indonesia hingga kini.
Dari wilayah timur, Abdoel Moethalib Sangadji asal Maluku juga masuk dalam daftar. Ia aktif di Sarekat Dagang Islam dan turut dalam Kongres Pemuda II 1928 sebelum akhirnya gugur saat Agresi Militer Belanda I.
Nama-Nama Lain yang Diusulkan
Nama-nama lain yang diusulkan antara lain Letkol Moch. Sroedji dari Jember, Prof. Aloei Saboe dari Gorontalo, Mr. Gele Harun dari Lampung, Letkol Anumerta Charles C. Taulu dari Sulawesi Utara, hingga Marsekal TNI (Purn.) R. Suryadi Suryadarma, perintis TNI Angkatan Udara.
Tokoh Nasional yang Menarik Perhatian
Dari kalangan tokoh nasional, dua nama besar mencuri perhatian publik: KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Jenderal Besar TNI (Purn.) Soeharto. Keduanya dinilai memiliki jasa luar biasa. Gus Dur melalui perjuangan demokrasi dan toleransi, sementara Soeharto melalui pembangunan ekonomi yang membawa Indonesia pada masa pertumbuhan pesat.
Penutup
Kini, seluruh mata tertuju pada keputusan Presiden Prabowo Subianto yang akan diumumkan pada Hari Pahlawan mendatang. Siapa pun yang terpilih, penghargaan ini menjadi wujud penghormatan terhadap semangat juang tanpa batas yang terus hidup dalam jiwa bangsa Indonesia.
Social Plugin