BPDB: Biodiesel Jadi Pilar Stabilitas Harga Sawit dan Energi Nasional

Peran Biodiesel dalam Stabilitas Harga Sawit dan Kesejahteraan Petani

Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Eddy Abdurrahman, menekankan pentingnya biodiesel sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga sawit. Menurutnya, program ini telah membawa Indonesia menjadi salah satu negara dengan pemanfaatan biofuel yang paling progresif di dunia.

Dalam presentasinya di Nusa Dua, Bali, pada Kamis (13/11/2025), Eddy menjelaskan bahwa konsumsi biodiesel meningkat secara signifikan sejak 2009. Pada awalnya, konsumsi hanya mencapai 119 ribu kiloliter, namun kini telah melampaui 15,6 juta kiloliter pada 2025. Pertumbuhan ini terjadi seiring dengan penerapan berbagai program seperti B10 hingga B35, serta persiapan implementasi B40 nasional.

“Program biodiesel tidak hanya berperan sebagai energi alternatif, tetapi juga menjadi pilar utama dalam stabilisasi harga sawit dan ketahanan energi nasional,” ujarnya.

Selain itu, kebijakan biodiesel telah berhasil menjaga harga Tandan Buah Segar (TBS) pada kisaran Rp1,344–Rp2,932 per kg selama periode 2014 hingga 2024. Hal ini menunjukkan dampak positif program tersebut terhadap pasar komoditas kelapa sawit.

Penciptaan Lapangan Kerja

Eddy juga menyebutkan bahwa program biodiesel telah berkontribusi dalam memperluas peluang kerja. Data menunjukkan bahwa jumlah pekerja di sektor ini meningkat dari 323 ribu pada 2017 menjadi hampir dua juta pekerja pada 2025. Ini menandakan adanya pertumbuhan ekonomi yang berdampak langsung pada masyarakat petani dan pekerja di sektor perkebunan.

Tantangan yang Dihadapi

Meskipun program biodiesel memiliki banyak manfaat, Eddy mengakui beberapa tantangan utama yang masih harus diatasi. Tantangan-tantangan ini mencakup kesiapan teknis, logistik di wilayah timur Indonesia, serta tekanan fiskal ketika harga CPO lebih tinggi dibandingkan solar fosil.

Ia menekankan perlunya fleksibilitas dalam pungutan pajak, diversifikasi bahan baku, serta penguatan sertifikasi ISPO dan RSPO. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan program biodiesel dapat tetap berjalan secara efektif dan berkelanjutan.

Komitmen BPDP untuk Masa Depan Energi Indonesia

Eddy menegaskan bahwa program biodiesel adalah bukti nyata bahwa pengembangan energi hijau dan kesejahteraan petani dapat berjalan bersamaan. BPDP berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan program ini demi masa depan energi Indonesia.

Dengan pendekatan yang terarah dan kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat, diharapkan biodiesel akan terus menjadi bagian penting dalam strategi energi nasional.