
Kebun Buah Alumni ITS: Warisan Hijau dari Reuni Akbar
Pada hari Minggu (9/11/2025), rangkaian acara Reuni Akbar Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berlangsung dengan penuh makna. Tidak hanya menjadi ajang kangen antar generasi, acara ini juga menjadi momen lahirnya sebuah warisan hijau yang bernilai tinggi. Di lokasi yang terletak di belakang Masjid Manarul Ilmi ITS, bersebelahan dengan Kebun Buah Senat Akademik ITS, IKA ITS meresmikan Kebun Buah Alumni ITS.
Peresmian dilakukan secara simbolis oleh Ketua Umum PP IKA ITS Ir. Wiluyo Kusdwiharto, ST., MBA., IPU., ASEAN Eng., didampingi oleh Rektor ITS Prof. Ir. Bambang Pramujati, ST., MScEng., PhD., serta dihadiri sejumlah tokoh penting kampus seperti Prof. Dr. M. Nuh, DEA, dan perwakilan mitra industri, antara lain Astra Daihatsu dan perusahaan tempat alumni ITS berkiprah.
Di kebun tersebut, ditanam 65 pohon buah sebagai simbol penanaman 650 pohon buah kiriman alumni dari berbagai daerah dan negara. Secara keseluruhan, pada momentum yang sama, civitas akademika, mahasiswa, dan alumni ITS menanam 2.100 pohon di berbagai area kampus.
Simbol Reuni yang Bernapas Alam
Cak Wiluyo, sapaan akrab Ketua Umum PP IKA ITS, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar simbolik. Menurutnya, menanam pohon tidak hanya tentang lingkungan, tetapi juga tentang warisan. Setiap pohon yang tumbuh akan menjadi pengingat bahwa alumni ITS berkontribusi nyata bagi kampus dan masyarakat.
Sementara itu, Rektor ITS Prof. Bambang Pramujati berharap kebun ini kelak menjadi paru-paru kecil bagi kampus sekaligus sumber manfaat bagi masyarakat sekitar. “Ribuan pohon buah yang kita tanam hari ini di tanah Ibu yang Luhur ITS semoga tidak hanya berfungsi untuk penghijauan dan menjadi paru-paru kota, tetapi juga bermanfaat lewat hasil buahnya,” katanya.
Kolaborasi Lintas Generasi dan Instansi
Kebun Buah Alumni ITS lahir dari sinergi yang kuat antara berbagai pihak. ITS menyediakan lahan, alumni menyediakan bibit, sementara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya membantu menyiapkan lahan yang sebelumnya berupa semak belukar menjadi area siap tanam. Kehadiran Ketua DLH Surabaya di lokasi menegaskan dukungan penuh pemerintah kota terhadap inisiatif hijau ini.
Selain mempercantik lanskap kampus, proyek ini menjadi simbol solidaritas lintas generasi alumni ITS yang kini tersebar di berbagai bidang dari industri, pemerintahan, hingga dunia akademik.
Dari Ruang Hijau ke Laboratorium Hidup
Kebun Buah Alumni ITS dirancang sebagai ruang hijau produktif yang menampung berbagai jenis tanaman buah lokal tahan lama, seperti mangga, jambu, dan alpukat. Tak hanya itu, area ini juga akan digunakan untuk eksperimen penanaman durian berbagai varietas, menjadi wahana pembelajaran bagi mahasiswa dan peneliti muda ITS.
Ke depan, kebun ini akan berkembang menjadi laboratorium hidup tempat mahasiswa, dosen, dan alumni bekerja bersama memantau pertumbuhan pohon, melakukan riset sederhana, hingga memanfaatkan hasil panen.
Dari Reuni Menjadi Gerakan
Bagi banyak alumni, kegiatan ini memberi makna baru pada kata reuni bukan hanya pertemuan untuk mengenang masa lalu, tetapi juga langkah kolektif menanam masa depan. Kebun Buah Alumni ITS bukan sekadar proyek penghijauan, melainkan manifestasi kepedulian intelektual terhadap bumi dan generasi mendatang. Proyek ini menunjukkan bahwa alumni ITS tidak hanya berkontribusi dalam bidang teknologi dan pendidikan, tetapi juga dalam menjaga lingkungan dan keberlanjutan alam.
Social Plugin