
SURABAYA,
Dalam beberapa hari terakhir, antrean panjang kendaraan tampak di sejumlah SPBU swasta di Surabaya, Jawa Timur. Mobil dan sepeda motor mengular demi mendapatkan bahan bakar swasta jenis BP 92 yang baru saja kembali tersedia. Fenomena ini terjadi setelah pasokan BBM non-Pertamina, seperti Shell dan BP, sempat terbatas dalam beberapa waktu terakhir.
Di SPBU BP AKR di Jalan Embong Malang, petugas sibuk melayani konsumen yang datang silih berganti sejak pagi. Salah satu pengendara, David Okiansyah, warga Sidoarjo mengaku baru pertama kali membeli bahan bakar di SPBU BP. “Baru pertama biasanya pakai Shell karena belum ada, jadi pakai BP,” ucap pria yang biasa disapa David itu. Ia mengatakan, keputusannya beralih ke SPBU swasta bukan tanpa alasan. Ia sempat mendengar berbagai kabar mengenai kualitas bahan bakar milik Pertamina dan memilih berhati-hati.
“Ya seperti itulah, karena dengar-dengar kabar Pertamina. Waktu Shell tidak beroperasi, saya sempat pakai Pertamax, cuma ya beritanya seperti itu. Sekarang saya pilih pakai swasta saja. Itu pun tiap beli antrenya 10 menit setelah berita itu ramai. Jadi sekali isi harus penuh,” kata dia. Menurutnya, sebagai perusahaan milik negara, Pertamina seharusnya bisa menawarkan harga lebih murah tetapi tetap dengan kualitas yang baik. Apalagi, ia sempat mengaku kecewa ketika Shell membatasi operasionalnya.
Ia berharap, ke depan masyarakat bisa memiliki lebih banyak pilihan bahan bakar dengan kualitas yang konsisten. Sementara itu, Shasa Angreini Putri, warga Surabaya, memilih antre di SPBU BP karena khawatir dengan kualitas Pertalite. “Ya masih takut untuk menggunakan Pertalite, karena teman motornya brebet setelah isi. Jadi ya antisipasi saja daripada kejadian sama diri sendiri dan bisa lebih tenang di jalan,” kata perempuan yang biasa disapa Sasa ini.
Sebagai pekerja yang setiap hari mengandalkan kendaraan bermotor, ia berharap kondisi pasokan BBM segera membaik. “Semoga ya segera membaik lagi karena saya kerjaannya sering di jalan, hampir setiap hari isi bahan bakar. Mungkin selama seminggu ini saya pakai BP dulu,” ujar dia.
Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bahwa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) BP membeli 100.000 barrel base fuel (bahan bakar murni) dari Pertamina Patra Niaga. Kesepakatan jual-beli tersebut lantas membuahkan hasil berupa SPBU BP yang kembali menjual BBM jenis RON 92 atau BP 92.
Dengan pembelian BBM dari Pertamina, PT Aneka Petroindo Raya (BP-AKR) menegaskan bahwa pasokan base fuel telah melalui uji kualitas dengan pengawasan surveyor independen yang tepercaya. Untuk memastikan pasokan yang diterima telah sesuai dengan spesifikasi dan standar kualitas pemerintah Indonesia serta BP internasional.
“Prioritas kami jelas, BP 92 kembali tersedia dan kualitas produk yang dihadirkan konsisten terjaga. Fokus mutu ini bagian dari komitmen jangka panjang kami membangun layanan energi yang tepercaya di Indonesia,” ujar Vanda Laura, Presiden Direktur BP-AKR. Ia mengatakan, pengadaan base fuel impor melalui mekanisme yang ditetapkan oleh pemerintah merupakan solusi sementara. Sebagai kesinambungan usaha yang diambil oleh BP-AKR secara hati-hati, terukur, dan bertanggung jawab untuk mengatasi kelangkaan BBM dan keluhan kendaraan di Surabaya.
Social Plugin