Bingung dengan Saham? Ini Penjelasan Sederhana!

Bingung dengan Saham? Ini Penjelasan Sederhana!

Memahami Istilah Dasar dalam Investasi Saham

Terjun ke dunia investasi, khususnya investasi saham, sering kali menghadirkan berbagai istilah baru yang perlu dipahami agar dapat menafsirkan informasi pasar dengan tepat. Pemahaman terhadap istilah-istilah ini sangat penting untuk membantu investor mengambil keputusan yang lebih bijak dan strategis. Berikut beberapa istilah dasar dalam dunia saham yang perlu diketahui.

1. IPO (Initial Public Offering)

Initial Public Offering (IPO) atau penawaran umum perdana merupakan proses di mana sebuah perusahaan menawarkan sahamnya kepada publik untuk pertama kali. Melalui IPO, perusahaan dapat memperoleh tambahan modal dari masyarakat.

Contohnya, ketika GOTO mengumumkan rencana IPO dengan kisaran harga Rp316 hingga Rp346 per saham, hal tersebut berarti perusahaan berencana menjual sahamnya kepada publik untuk pertama kalinya pada harga tersebut.

2. Capital Gain dan Capital Loss

Capital gain adalah keuntungan yang diperoleh ketika menjual saham pada harga yang lebih tinggi daripada harga beli. Misalnya, jika saham dibeli pada harga Rp1.000 dan dijual pada Rp1.200, maka terjadi capital gain sebesar 20%.

Sebaliknya, capital loss merupakan kerugian yang timbul ketika harga jual saham lebih rendah dari harga beli. Misalnya, menjual saham pada Rp800 setelah membelinya di Rp1.000 berarti mengalami capital loss sebesar 20%.

3. Averaging Down dan Averaging Up

Averaging down dilakukan dengan membeli kembali saham yang sudah dimiliki ketika harganya turun, dengan tujuan menurunkan harga rata-rata kepemilikan.

Sebaliknya, averaging up berarti membeli kembali saham pada harga yang lebih tinggi dari harga pembelian sebelumnya, biasanya dilakukan ketika saham menunjukkan tren positif.

4. Bullish dan Bearish

Istilah bullish menggambarkan kondisi ketika harga saham atau pasar secara umum sedang berada dalam tren naik. Sementara itu, bearish digunakan ketika harga saham sedang dalam tren turun.

Simbol banteng (bull) mewakili kekuatan naik, sedangkan beruang (bear) melambangkan tekanan turun di pasar saham.

5. Stock Split

Stock split adalah pemecahan nilai nominal saham menjadi beberapa lembar saham dengan tujuan meningkatkan likuiditas.

Sebagai contoh, BBCA pernah melakukan stock split dengan rasio 1:5. Artinya, satu lembar saham lama dipecah menjadi lima lembar saham baru. Jika sebelumnya harga per saham Rp30.000, maka setelah stock split harga menjadi Rp6.000 per lembar tanpa mengubah total nilai investasi.

6. Right Issue

Right issue adalah penerbitan saham baru oleh perusahaan yang memberikan hak kepada pemegang saham lama untuk membeli saham tersebut terlebih dahulu.

Misalnya, Bank BRI melakukan right issue dengan harga Rp3.400 per saham. Tujuan dari aksi ini biasanya untuk mendapatkan tambahan modal, memperkuat struktur keuangan, atau melakukan ekspansi bisnis.

7. ARB (Auto Reject Bawah) dan ARA (Auto Reject Atas)

ARB (Auto Reject Bawah) adalah batas maksimum penurunan harga saham dalam satu hari perdagangan yang ditetapkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Saat ini, batas penurunan maksimum umumnya 7%. Jika harga saham turun lebih dari batas tersebut, sistem BEI otomatis menolak transaksi jual.

Sebaliknya, ARA (Auto Reject Atas) merupakan batas maksimum kenaikan harga saham dalam satu hari. Untuk saham dengan harga:

  • Rp50–Rp200, batas kenaikan 35%
  • Rp200–Rp5.000, batas kenaikan 25%
  • Di atas Rp5.000, batas kenaikan 20%

Kedua aturan ini diterapkan untuk menjaga stabilitas pasar.

8. Blue Chip

Saham blue chip adalah saham dari perusahaan besar dengan kinerja keuangan yang stabil, reputasi baik, dan kapitalisasi pasar tinggi.

Contoh saham blue chip di Indonesia antara lain Bank BRI, Bank BCA, Bank Mandiri, Astra International, dan Telkom Indonesia.

9. Uptrend, Downtrend, dan Sideways

  • Uptrend: kondisi ketika harga saham terus mengalami kenaikan dalam periode tertentu.
  • Downtrend: kondisi harga saham yang terus menurun.
  • Sideways: kondisi harga saham yang bergerak stabil tanpa kenaikan atau penurunan signifikan.

10. Bid dan Offer

Dalam transaksi saham, bid adalah penawaran beli, sedangkan offer (atau ask) adalah penawaran jual.

Sebagai contoh, jika harga bid tertinggi adalah Rp3.800 dan harga offer terendah Rp3.890, maka transaksi akan terjadi jika penjual bersedia menjual pada harga bid, atau pembeli bersedia membeli pada harga offer.

11. Laba Annual dan Laba TTM (Trailing Twelve Months)

Laba annual adalah laba perusahaan dalam satu tahun penuh, sedangkan laba TTM (Trailing Twelve Months) merupakan akumulasi laba selama 12 bulan terakhir atau empat kuartal terakhir.

Metode TTM sering digunakan untuk menilai kinerja terkini perusahaan karena mencerminkan hasil aktual selama satu tahun terakhir, bukan hanya laporan tahunan.

Memahami istilah-istilah dasar dalam investasi saham merupakan langkah awal yang penting bagi siapa pun yang ingin berpartisipasi di pasar modal. Dengan pemahaman yang baik, investor dapat membaca berita keuangan, menganalisis saham, serta mengambil keputusan investasi dengan lebih percaya diri dan rasional.