Daftar Kekayaan Budi Arie Usai Terpilih Jadi Ketum Projo 2025-2030 Capai Rp 103,8 Miliar

Daftar Harta Kekayaan Budi Arie Setiadi

Budi Arie Setiadi, yang baru saja kembali terpilih sebagai Ketua Umum Projo untuk periode 2025-2030 secara aklamasi berdasarkan hasil Kongres III Projo, memiliki kekayaan yang cukup signifikan. Projo adalah organisasi kemasyarakatan yang awalnya merupakan relawan pendukung Presiden Joko Widodo, namun kini telah berkembang menjadi ormas yang mendukung pemerintahan Prabowo Subianto.

Kongres tersebut digelar pada 1-2 November 2025 di Grand Sahid Jaya, Sudirman, Jakarta Pusat. Ketua pimpinan sidang, Freddy Damanik, membacakan hasil pleno yang menetapkan mantan Menteri Koperasi Indonesia itu sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Projo sekaligus ketua formatur penyusun kepengurusan baru.

"Hasil kesepakatan bersama atau aklamasi seluruh peserta seluruh Kongres Projo ke-III memutuskan menetapkan Budi Arie Setiadi sebagai Ketum DPP Projo periode 2025-2030 dan sebagai Ketua Formatur mengatur kepengurusan DPP Projo," kata Freddy.

"Sepakat ya? Sepakat?" tanya Fredy lalu dijawab sepakat oleh seluruh peserta.

Berikut rincian harta kekayaan Budi Arie Setiadi yang tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang dilaporkannya terakhir kali pada 20 Januari 2025, saat ia masih menjadi Menteri Koperasi.

Rincian Harta Kekayaan Budi Arie Setiadi

Total harta kekayaan Budi Arie Setiadi mencapai Rp103.887.810.548 atau sekitar Rp103,8 miliar. Harta terbanyak berasal dari tanah dan bangunan sebesar Rp62.758.900.000 atau Rp62,7 miliar. Sumber harta terbanyak kedua milik Budi Arie berasal dari surat berharga senilai Rp24.500.000.000 atau Rp24,5 miliar. Sementara itu, sumber harta terbanyak ketiga milik Budi berasal dari kas dan setara kas sebesar Rp13.388.910.548 atau Rp13,3 miliar.

Meski demikian, ia tidak memiliki utang sepeser pun.

Data Harta

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp62.758.900.000

  1. Tanah dan Bangunan Seluas 250 m2/200 m2 di KAB / KOTA KOTA TANGERANG SELATAN, HASIL SENDIRI Rp3.000.000.000
  2. Tanah dan Bangunan Seluas 311 m2/250 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA UTARA , HIBAH TANPA AKTA Rp1.507.000.000
  3. Tanah dan Bangunan Seluas 161 m2/300 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA PUSAT , HASIL SENDIRI Rp5.100.000.000
  4. Tanah dan Bangunan Seluas 95 m2/104 m2 di KAB / KOTA KOTA TANGERANG , HASIL SENDIRI Rp1.800.000.000
  5. Tanah Seluas 21.695 m2 di KAB / KOTA BEKASI, WARISAN Rp11.281.400.000
  6. Tanah Seluas 23.730 m2 di KAB / KOTA BEKASI, WARISAN Rp12.339.600.000
  7. Tanah Seluas 15.720 m2 di KAB / KOTA BEKASI, WARISAN Rp8.174.400.000
  8. Tanah Seluas 3.425 m2 di KAB / KOTA BEKASI, WARISAN Rp1.781.000.000
  9. Tanah Seluas 31.445 m2 di KAB / KOTA BEKASI, WARISAN Rp16.360.500.000
  10. Tanah Seluas 405 m2 di KAB / KOTA BEKASI, HASIL SENDIRI Rp165.000.000
  11. Tanah Seluas 300 m2 di KAB / KOTA KOTA PADANG , WARISAN Rp1.250.000.000

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp830.000.000

  1. MOBIL, HONDA HR-V RU5 1.8 RS Tahun 2019, HASIL SENDIRI Rp380.000.000
  2. MOBIL, HONDA HRV Tahun 2016, HADIAH Rp210.000.000
  3. MOBIL, VW SCIROCO Tahun 2014, HASIL SENDIRI Rp240.000.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp2.410.000.000

D. SURAT BERHARGA Rp24.500.000.000

E. KAS DAN SETARA KAS Rp13.388.910.548

F. HARTA LAINNYA Rp----

Sub Total Rp103.887.810.548

III. HUTANG Rp----

IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp103.887.810.548

Profil Singkat Budi Arie Setiadi

Budi Arie lahir di Jakarta, 20 April 1969. Ia memulai kariernya sebagai jurnalis di mingguan Media Indonesia pada 1994. Pada 1996, suami Zara Murzandina itu mendirikan mingguan bisnis Kontan.

Selama berkarier di Pemerintahan, Budi telah menempati sejumlah posisi strategis, di antaranya adalah menjabat sebagai Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) dan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo). Pada 2024, ia dilantik menjadi Menteri Koperasi Indonesia pada Kabinet Merah Putih. Namun, jabatan yang diembannya tersebut hanya berlangsung hingga 8 September 2025.

Sebelumnya, Budi juga sempat menjadi Kepala Balitbang PDI Perjuangan DKI Jakarta periode 2005-2010 dan juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta. Ayah dari dua anak ini juga mendirikan organisasi relawan Projo pada 2013.