Dokter Aditya di Jakarta Timur Terima Pembayaran dengan Doa

Klinik Aditya Medika: Layanan Kesehatan Tanpa Batas Harga

Di tengah kesulitan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan, dr. Sukma Aditya Putra, MKM, CHt, CI memutuskan untuk mendirikan Klinik Aditya Medika. Klinik ini berlokasi di Jalan Pagelarang, RW 03, Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, sejak tahun 2022 silam.

Klinik yang dikelola oleh dr. Aditya memberikan pelayanan kesehatan tanpa mematok harga. Warga dapat membayar sesuai kemampuan mereka, bahkan bagi warga tidak mampu atau dhuafa, layanan diberikan secara gratis. Niat awalnya muncul karena melihat banyak warga yang takut untuk berobat karena biaya layanan kesehatan yang tergolong mahal.

Aditya menemukan bahwa banyak warga hanya datang ke fasilitas kesehatan ketika kondisi mereka sudah sangat buruk, bukan saat awal sakit. Hal ini membuatnya semakin yakin untuk mendirikan klinik yang bisa membantu masyarakat.

Selama menjalani pendidikan dan bertugas sebagai dokter di berbagai tempat seperti Kepulauan Anambas, Puskesmas Kecamatan Cipayung, dan sekarang menjadi pegawai di Bidang P2P Dinas Kesehatan DKI, pengalaman tersebut memperkuat niatnya untuk membuka klinik sosial.

Kesulitan Awal dalam Mendirikan Klinik

Awalnya, mendirikan klinik tidaklah mudah. Dr. Aditya harus merogoh kocek sendiri untuk memenuhi seluruh biaya operasional. Meski begitu, niat untuk membantu warga membuatnya tetap mantap. Ia menyisihkan gaji sebagai ASN Dinas Kesehatan DKI Jakarta hingga akhirnya klinik ini berdiri.

Secara perlahan, ia memenuhi kebutuhan penunjang klinik, mulai dari alat kesehatan, obat-obatan, hingga perlengkapan lain. Biaya pembangunan klinik tiga lantai ini cukup besar, belum lagi biaya operasional seperti obat, listrik, dan lainnya.

Membagi Waktu antara Tugas dan Klinik

Selain masalah biaya, Aditya juga mengaku kesulitan dalam membagi waktu antara tugas sebagai dokter di Dinas Kesehatan DKI dengan klinik. Setiap hari usai tugasnya berakhir, ia langsung melayani warga yang datang ke klinik dengan berbagai keluhan medis.

Meski dibantu oleh adiknya yang juga seorang dokter, ia tetap kesulitan membagi waktu. Akhirnya, ia mulai menambah pegawai seperti dokter, perawat, farmasi, admin, dan lainnya agar pelayanan lebih maksimal.

Saat ini, tercatat ada empat orang dokter, dua perawat, dua petugas farmasi, dua petugas administrasi, dan satu orang cleaning service yang bertugas di klinik. Seluruh pegawai memperoleh gaji kecuali dr. Aditya.

Pelayanan Kesehatan yang Komprehensif

Setiap hari, rata-rata 60-100 warga datang ke klinik untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Jumlah ini cenderung meningkat dibandingkan saat awal klinik didirikan.

Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum dewasa maupun anak-anak, pelayanan gawat darurat, konsultasi obat, tindakan bedah minor, cek gula darah, kolesterol, dan asam urat. Ada juga sunat dengan metode terbaru, fisioterapi (inhalasi nebulizer), rapid test antigen, thibbun nabawi, perawatan luka, pelayanan KIA/KB, hipnoterapi, dan keluhan medis lainnya.

Pasien dapat membayar sesuai kemampuan mereka dengan cara memasukkan uang ke kotak di meja kasir. Bahkan, pasien dhuafa yang tidak memiliki uang diperbolehkan membayar dengan doa tulus.

Layanan Terbuka untuk Semua Kalangan

Klinik ini tidak terbatas pada domisili tertentu. Siapa pun bisa mendapatkan layanan kesehatan, baik warga Jakarta maupun luar DKI. Aditya mengatakan, beberapa pasien benar-benar tidak memiliki uang. Ia meminta mereka tidak khawatir, bahkan ada yang inisiatif membayar dengan doa.

Aditya sering melayani pasien dari berbagai latar belakang, termasuk pemulung dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Letak klinik di tepi jalan serta spanduk dan baliho di depan klinik yang menunjukkan layanan gratis dan sukarela membuat mereka datang.

Misi Klinik Aditya Medika

Bagi dr. Aditya, yang terpenting adalah semua pasien dapat pulang dengan senyum tanpa terbebani biaya. Ia ingin masyarakat sadar akan pentingnya pola hidup sehat agar tetap produktif dan bisa saling tolong-menolong.

Sejak tahun 2022, hingga kini, klinik ini telah melayani puluhan ribu pasien dari berbagai latar belakang. Aditya percaya bahwa kesembuhan pasien bukan hanya tentang individu, tetapi juga kebahagiaan di keluarga dan lingkungan sekitarnya.