Warisan Pembangunan dan Ideologi, Mahasiswa Dukung Gelar Pahlawan Soeharto

Dukungan untuk Pemberian Gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto Terus Mengalir

Dukungan terhadap pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia (RI) Soeharto semakin kuat. Kali ini, dukungan datang dari Koordinator Pusat Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (DEMA PTKIN), Miftahul Rizqy.

Soeharto dinilai memiliki warisan pembangunan yang masih dirasakan hingga saat ini. Berbagai proyek strategis dilaksanakan selama masa kepemimpinannya, mulai dari pembangunan infrastruktur, program swasembada pangan, hingga pemerataan pendidikan.

“Kita tidak bisa menutup mata terhadap fakta sejarah. Jalan, bendungan, sekolah, serta berbagai program kesejahteraan yang dirintis pada masa Pak Harto saat ini masih menjadi tulang punggung pembangunan kita,” ujar Rizqy dalam keterangan tertulis, Minggu (9/11).

Rizqy menekankan bahwa Soeharto mewariskan semangat pembangunan dan stabilitas nasional. Hal ini patut menjadi contoh bagi pemimpin sekarang dan masa mendatang.

“Pak Harto adalah sosok yang menempatkan pembangunan sebagai prioritas utama. Kita bisa berbeda pandangan dalam hal politik, tetapi kontribusi beliau terhadap kemajuan Indonesia merupakan warisan yang tidak bisa dihapus,” imbuhnya.

Atas dasar itu, Rizqy mengusulkan agar seluruh mantan presiden Indonesia diberi gelar pahlawan nasional. Sebab, setiap kepala negara memiliki pengabdiannya masing-masing.

“Presiden pertama RI, Soekarno, telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Maka, sudah sepatutnya Presiden Soeharto juga mendapatkan penghargaan serupa atas jasanya dalam bidang pembangunan, serta pengabdian kepada bangsa,” jelasnya.

Rizqy menambahkan, masyarakat tidak boleh melupakan peran besar Soeharto dalam menjaga keutuhan dan ideologi negara.

“Kita perlu mengingat dan menghargai jasa besar Presiden kedua RI, Soeharto. Berkat kepemimpinan beliau, Indonesia selamat dari ancaman ideologi komunisme dan mampu menjaga Pancasila sebagai dasar negara,” tuturnya.

Selain itu, Rizqy juga mengimbau para sejarawan untuk lebih terbuka dalam menyampaikan fakta sejarah, khususnya terkait peristiwa pengkhianatan Partai Komunis Indonesia (PKI) terhadap NKRI. Menurutnya, perjuangan Soeharto dalam menumpas komunisme merupakan bentuk nyata pembelaan terhadap ideologi bangsa.

Faktor-Faktor yang Mendukung Pemberian Gelar Pahlawan Nasional

  • Warisan Pembangunan
    Soeharto meninggalkan berbagai proyek pembangunan yang masih berdampak positif hingga saat ini. Infrastruktur seperti jalan raya, bendungan, dan sekolah-sekolah yang dibangun pada masa pemerintahannya menjadi fondasi penting bagi perkembangan ekonomi dan sosial masyarakat.

  • Stabilitas Nasional
    Selama masa kepemimpinannya, Soeharto berhasil menjaga stabilitas politik dan ekonomi negara. Ini membantu Indonesia mencapai pertumbuhan yang cukup pesat, meskipun di tengah tantangan global.

  • Pengabdian terhadap Bangsa
    Soeharto dikenal sebagai tokoh yang memprioritaskan kepentingan bangsa dan negara. Kontribusinya dalam menjaga keutuhan wilayah dan ideologi negara tidak dapat dipandang remeh.

  • Peran dalam Menumpas Komunisme
    Langkah-langkah tegas Soeharto dalam menangani ancaman komunisme di Indonesia menjadi bukti nyata pengabdian terhadap Pancasila dan NKRI.

Kesimpulan

Dukungan terhadap pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto semakin kuat. Tidak hanya dari kalangan mahasiswa, tetapi juga dari berbagai lapisan masyarakat yang mengakui kontribusi besar Soeharto dalam membangun Indonesia. Dengan pemberian gelar tersebut, diharapkan nilai-nilai pembangunan, stabilitas, dan pengabdian Soeharto dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus.