Pemerintah Bangun 100 Gudang Baru Bulog dengan Anggaran Rp 5 Triliun


JAKARTA – Pemerintah melakukan penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) untuk pembangunan 100 gudang baru Perum Bulog pada tahun 2026. Hal ini dilakukan dalam upaya meningkatkan kapasitas penyimpanan hasil pertanian, khususnya jagung dan beras dari petani lokal.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menyampaikan bahwa program pembangunan gudang Bulog diharapkan mampu menampung penyerapan hasil pertanian secara optimal. Ia menekankan pentingnya keberadaan gudang yang cukup untuk menghindari kerugian bagi para petani.

Pembangunan gudang baru ini akan mencakup sebanyak 100 unit dengan anggaran sebesar Rp 5 triliun. Menurut Zulhas, masalah utama yang sering terjadi adalah ketidakmampuan pemerintah dalam menyerap gabah maupun jagung dari petani. Ia menyebutkan bahwa jumlah gudang Bulog sebelumnya justru berkurang, bukan bertambah.

Penandatanganan SKB ini dilakukan dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, pada Selasa (11/11/2025). Acara tersebut turut dihadiri oleh Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, Kepala Bapanas Tito Karnavian, Sekretaris Jenderal Kemenkeu Heru Pambudi, serta Kepala BP BUMN Dony Oskaria.

Setelah penandatanganan SKB, Zulhas menyatakan bahwa tahap selanjutnya adalah penerbitan Instruksi Presiden (Inpres). Ia menjelaskan bahwa pembangunan gudang baru ini merupakan respons atas tuntutan petani dan keluhan dari Bulog terkait kurangnya kapasitas penyimpanan.

“Tim pangan ini luar biasa, terutama timnya Pak Mentan. Produksi kita diproyeksikan mencapai 34,77 juta ton, bahkan Bulog mengeluhkan gudangnya kurang. Karena itu, kita langsung merespons cepat dengan membangun 100 gudang baru agar petani yang sedang semangat menanam padi dan jagung tidak kecewa karena hasilnya tidak terserap,” ujar Zulhas.

Selain itu, Zulhas juga menyebut bahwa Bulog mengeluhkan biaya sewa gudang yang tinggi dan jumlah gudang yang tidak cukup. Hal ini menjadi salah satu alasan utama dibangunnya gudang baru.

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyatakan bahwa detail lengkap pembangunan gudang baru Bulog masih akan ditinjau lebih lanjut. Termasuk dalam hal lokasi pembangunan dan kapasitas gudang.

“Nanti aku cek detail, yang jelas anggarannya Rp 5 triliun,” ucap Amran saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan.

Tujuan Pembangunan Gudang Baru Bulog

Beberapa tujuan utama dari pembangunan gudang baru Bulog antara lain:

  • Meningkatkan kapasitas penyimpanan hasil pertanian seperti jagung dan beras.
  • Memastikan penyerapan hasil pertanian dapat dilakukan secara optimal.
  • Mengurangi beban biaya sewa gudang yang saat ini sangat tinggi.
  • Memberikan rasa aman dan kepastian bagi para petani dalam menjual hasil panen mereka.

Anggaran dan Proses Pembangunan

Dana yang dialokasikan untuk pembangunan 100 gudang baru ini sebesar Rp 5 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk pembelian lahan, konstruksi bangunan, serta pengadaan peralatan pendukung.

Proses pembangunan akan dimulai setelah adanya penerbitan Instruksi Presiden (Inpres) yang akan menjadi dasar hukum dari proyek ini. Selain itu, pihak terkait akan melakukan evaluasi lebih lanjut terkait lokasi dan kapasitas gudang yang akan dibangun.

Partisipasi Berbagai Stakeholder

Keterlibatan berbagai stakeholder menjadi kunci keberhasilan dari proyek ini. Beberapa pihak yang terlibat antara lain:

  • Menteri Koordinator Bidang Pangan
  • Menteri Pertanian
  • Kepala Bapanas
  • Sekretaris Jenderal Kemenkeu
  • Kepala BP BUMN

Kolaborasi antar lembaga ini diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan dan memastikan keberlanjutan dari proyek ini.

Tanggapan Petani dan Bulog

Petani dan Bulog memberikan tanggapan positif terhadap rencana pembangunan gudang baru ini. Para petani merasa senang karena akan ada peningkatan kapasitas penyimpanan yang dapat membantu mereka dalam menjual hasil panen.

Sementara itu, Bulog menyambut baik rencana ini karena akan mengurangi beban biaya sewa gudang dan meningkatkan efisiensi operasional mereka.

Dengan adanya proyek ini, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para petani dan memperkuat sistem distribusi pangan nasional.