
Harga Saham GOTO Kembali Turun Pasca Penolakan Rumor Merger dengan Grab
Harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali mengalami penurunan pada pagi ini, Jumat (14/11/2025). Saham GOTO dibuka di bawah level penutupan kemarin. Pada perdagangan Kamis (13/11/2025), saham GOTO ditutup turun sebesar 1,54% atau 1 poin ke level Rp 64. Pergerakan ini menjadi hari kedua berturut-turut yang menunjukkan pelemahan.
Penurunan ini terjadi setelah manajemen perusahaan secara resmi membantah rumor merger dengan Grab. Penolakan tersebut menjadi penghalang bagi spekulasi yang sempat membuat harga saham naik secara signifikan.
Spekulasi Merger Memicu Lonjakan Harga Saham
Sebelumnya, harga saham GOTO sempat mengalami lonjakan tajam. Dari level Rp 55 pada 27 Oktober hingga menyentuh Rp 70 pada 12 November. Lonjakan ini dipicu oleh berbagai spekulasi liar di media mengenai rencana merger antara GOTO dan Grab.
Untuk merespons isu tersebut, manajemen GOTO merilis dua surat bantahan resmi ke Bursa Efek Indonesia (BEI). Surat pertama dikeluarkan pada 11 November 2025, dalam surat tersebut GOTO menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan maupun kesepakatan terkait merger dengan Grab.
Karena spekulasi semakin marak, GOTO kembali merilis keterbukaan informasi pada 12 November 2025 dengan nada yang lebih keras. Manajemen secara spesifik membantah adanya "escrow fund sebesar USD 300 juta di Singapura" dan "spekulasi buyout saham GoTo yang dimiliki Telkomsel". Perseroan menegaskan bahwa informasi tersebut adalah "tidak benar dan menyesatkan".
Penjelasan Mengenai RUPSLB 17 Desember
Manajemen GOTO juga membantah bahwa Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 17 Desember 2025 berkaitan dengan isu merger atau pergantian CEO. Dalam pernyataannya, manajemen menyatakan bahwa rencana pelaksanaan RUPSLB tidak terkait dengan rencana tindakan korporasi apapun.
Setelah dua bantahan dari manajemen yang mematikan spekulasi pasar, harga saham GOTO langsung terkoreksi dari puncaknya di Rp 70 ke Rp 65, dan terus turun ke Rp 64 pada perdagangan kemarin.
Peringatan untuk Investor
Berita ini tidak bertujuan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Sebagai investor, penting untuk selalu memperhatikan informasi resmi dari perusahaan dan melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.
Hal Menarik untuk Dibaca
Beberapa artikel lain yang mungkin menarik untuk dibaca antara lain prediksi harga emas Antam hari ini, koreksi buyback yang tembus Rp 15.000 per gram, serta dampak dari pelemahan global terhadap pasar keuangan.
Social Plugin